Rabu, 20 Februari 2013

Separasi Spermatozoa

AdiDharma17


SEPARATION SPERMATOZOA X AND Y USING ALBUMIN WITH DIFFERENT LEVEL AS MEDIUM SEPARATION IN BOAR’S SPERM
I MADE ADI SUDARMA, WILMINTJE MARLENE NALLEY, DAN HENDERLINA LAURA L. BELLI
Laboratorium Biologi Reproduksi dan Kesehatan Hewan, Fakultas Peternakan, Undana
Jl. Bumi II, No.1, Oesapa Selatan – Kupang, e-mail : adi_dharma17@yahoo.com


separation sperm process

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan albumin dengan level yang berbeda terhadap separasi spermatozoa X dan Y sebagai media pemisah spermatozoa babi. Separasi spermatozoa menggunakan konsentrasi albumin yang berbeda dengan empat perlakuan yaitu perbandingan fraksi atas dan bawah 10 dan 30%, 10 dan 40%, 10 dan 50%, serta 10 dan 60% selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi spermatozoa X terbanyak terdapat pada fraksi atas untuk semua perlakuan, demikian juga pada spermatozoa Y terbanyak terdapat pada fraksi bawah untuk semua perlakuan. Proporsi spermatozoa X : Y dari semen segar (51,68 : 48,32±2,66) berbeda nyata (P < 0,05) dibandingkan setiap perlakuan pada fraksi atas P1(74,02 : 25,98±5,65); P2(64,14 : 35,86±3,41); P3(62,29 : 37,71±3,98); dan P4(59,26 : 40,74±4,33)) dan fraksi bawah P1(38,13 : 61,87±7,69); P2(35,48 : 64,52±6,11); P3(30,37 : 69,63±4,93); dan P4(26,41 : 73,59±4,54)). Viabilitas dan abnormalitas spermatozoa hasil separasi tidak berbeda nyata antar perlakuan. Konsentrasi spermatozoa hasil separasi terbanyak terdapat pada fraksi atas dibanding fraksi bawah setiap perlakuan. Spermatozoa babi tidak tahan terhadap serangkaian perlakuan dari proses pencucian hingga proses separasi didalam medium albumin yang mengakibatkan menurunnya tingkat motilitas spermatozoa dari 73±3% menjadi 6,5±0,58% pada fraksi atas perlakuan pertama hingga 3±0,82% pada fraksi bawah perlakuan keempat pada tahap akhir separasi. Simpulan yang dapat diambil adalah perlakuan terbaik untuk mendapatkan spermatozoa X terdapat pada konsentrasi 10 dan 30% sedangkan untuk mendapatkan spermatozoa Y terdapat pada konsentrasi 10 dan 60%, spermatozoa hasil separasi baik fraksi atas maupun bawah memiliki motilitas yang sangat rendah.
Kata kunci : spermatozoa babi, separasi, albumin, motilitas

Selasa, 19 Februari 2013

Materi Kuliah Bioenergetika Ternak : Bioenergetika dan Metabolisme

AdiDharma17


BIOENERGETIK TERNAK
By J. F. Bale-Therik, Made Sudarma and Matilda Sadipun
Animal Husbandry, Post Graduated Program of Nusa Cendana University
Matilda Sadipun
Wednesday, 20 February 2013
Materi I
Bioenergetik dan Metabolisme
v Bioenergetik adalah studi tentang proses bagaimana sel menggunakan, menyimpan dan melepaskan energi.
v Metabolisme adalah proses yang terjadi dalam makhluk hidup yang membutuhkan dan memanfaatkan energi bebas untuk melaksakan berbagai macam fungsi.
v Semua makhluk hidup membutuhkan penyediaan energi yang tetap dari lingkungan (Hk. Thermodinamika)
v Organisme hidup memperoleh energi bebas dari matahari melalui fotosintesis, yaitu :
v energi cahaya + CO2 dan H2O menjadi karbohidrat + O2
Proses Fotosintesis
v Energi dari matahari dikonversi menjadi energi kimia dalam makanan via tumbuh-tumbuhan yang meliputi proses :
-     Absorbsi sinar melalui pigmen kloroplas
-     Produksi ATP (fosforilasi)
-     Sintesis glukosa dari CO2 dan H2O
v Energi berasal dari molekul bahan makanan yang dikonsumsi
v Bahan makanan dirombak menjadi molekul yang lebih kecil dan mudah larut sebelum dapat dimanfaatkan oleh sel
v Molekul-molekul ini dapat dirombak lebih lanjut untuk mendapatkan :
-     Energi bagi sel
-     Digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis makromolekul dalam sel (2-4 atom carbon)
Sel mengekstraksi energi
v Sel mengekstraksi sel dari lingkungan
-     Autotrof : mengambil energi dari sinar matahari pada proses fotosintesis via tumbuh-tumbuhan dan makroorganisme berklorofil
-     Heterotrof : mengambil molekul berenergi / organik dari substrat / makanan diantaranya dari sel autotrof.
v Sel mengsintesis makromolekul untuk menunjang aktifitas hidupnya (gerak dinamik, pembelaan sel, reaksi-reaksi spesifik, dll).

Preview

v Kegiatan molekul dihadapkan pada dua pilihan:
-     Bahan baku pembuatan gula, asam lemak, gliserol, dan asam amino yang kemudian disusun menjadi komponen makromolekul dari sel dhi polisakarida, lipid dan protein.
Tahapan metabolisme ini, dimana molekul besar yang kompleks dibuat dari molekul kecil dan sederhana disebut anabolisme
-     Molekul yang mengandung 2-4 atom carbon dirombak lebih lanjut dhi menjadi molekul anorganik yang sederhana seperti CO2, H2O dan NH3.
Tahapan metabolisme dimana molekul kompleks yang kaya energi dirombak menjadi molekul sederhana yang miskin energi disebut katabolisme.
v Energi untuk sel
-     Energi panas tidak dapat dimanfaatkan oleh sel
-     Sel memanfatkan energi bebas.

Catatan:
Diharapkan dapat membaca dan memperluas pengetahuan melalui referensi tentang sel dan hukum thermodinamika.
Tugas:
Bautlah paper tentang sel dan fotosintesis. Segala sesuatu yang merupakan hasil diskusi kelompok dikumpulkan hari ini dan yang belum dimengerti dibuat papernya untuk dikumpulkan minggu depan. (Mas)

Materi Kuliah Metodologi Penelitian : Perumusan Masalah

AdiDharma17

Metodologi Penelitian
By Marthen L. Mulik, Made Sudarma, and Yelly Mulik
Prodi Ilmu Peternakan, Pps Undana

Y. Mulik
Saturday, 16 February 2013
Pertemuan I
Metode Penelitian merupakan langkah / prosedur ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan suatu data yang akurat dan berguna bagi peneliti, khalayak ramai, maupun pengembangan ilmu pengetahuan.
Adapun langkah / prosedur ilmiah tersebut adalah :
-          Perumusan masalah
-          Perumusan hipotesis
-          Perumusan tujuan
-          Perumusan kerangka penelitian
-          Penentuan variabel-variabel penelitian
-          Perumusan instrument penelitian
-          Jenis data dan alat analisis data (Jenis data seperti nominal, rasio, kategori, ordinal; alat analisis data berhubungan dengan desain penelitian

Selasa, 27 November 2012

POTENTIAL FOR REDUCED METHANE AND CARBON DIOXIDE EMISSIONS FROM LIVESTOCK AND PASTURE MANAGEMENT IN THE TROPIC

Journal of agricuktural science
www.pnas.org/cgi/doi/10.1073/pnas.0912890107
PNAS   |     November 16, 2010   |     vol. 107   |     no. 46   |     19671


POTENTIAL FOR REDUCED METHANE AND CARBON DIOXIDE EMISSIONS FROM LIVESTOCK AND PASTURE MANAGEMENT IN THE TROPICS
Philip K. Thorntona,b,1 and Mario Herrerob
aConsultative Group on International Agricultural Research/Earth System Science Partnership Challenge Program on Climate Change, Agriculture & Food Security, University of Copenhagen, DK-1958 Frederiksberg, Denmark; and bInternational Livestock Research Institute, Nairobi 00100, Kenya

Edited by Ruth S. DeFries, Columbia University, New York, NY, and approved July 30, 2010 (received for review November 10, 2009)

Upload by I Made Adi Sudarma, Animal Science Programs, Post Graduate Program of Nusa Cendana University, Kupang, November 28, 2012.


abstract
We  estimate  the  potential  reductions  in  methane  and  carbon dioxide emissions from several livestock and pasture management options in the mixed and rangeland-based production systems in the  tropics.  The  impacts  of  adoption  of  improved  pastures,  intensifying  ruminant  diets,  changes  in  land-use  practices,  and changing breeds of large ruminants on the production of methane and  carbon  dioxide  are  calculated  for  two  levels  of  adoption: complete adoption, to estimate the upper limit to reductions in these  greenhouse  gases  (GHGs),  and  optimistic  but  plausible adoption rates taken from the literature, where these exist. Results are expressed both in GHG per ton of livestock product and in Gt CO 2 -eq. We estimate that the maximum mitigation potential of these options in the land-based livestock systems in the tropics amounts to approximately 7% of the global agricultural mitigation potential to 2030. Using historical adoption rates from the literature, the plausible mitigation potential of these options could contribute approximately 4% of global agricultural GHG mitigation. This could be worth on the order of $1.3 billion per year at a price of $20 per t CO 2 -eq. The household-level and sociocultural impacts of some of these options warrant further study, however, because livestock have multiple roles in tropical systems that often go far beyond their productive utility.
bovines | intensi fi cation | mitigation | systems

Selasa, 20 November 2012

Bionomika dalam Ekosistem, Ternak dan Manusia

AdiDharma17



MAKALAH
BIONOMIKA TERNAK
‘Bionomika dalam Ekosistem, Ternak dan Manusia’
by Made Adi Sudarma
Ilmu Peternakan - Pps Undana


                        
BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Dewasa ini, pemeliharaan ternak tidak terlepas dari penerapan ilmu-ilmu pengetahuan yang tentu saja sangat menunjang keberlangsungan pemeliharaan ternak tersebut. Salah satu ilmu pengetahuan yang perlu dipelajari dalam sistem pemeliharaan ternak adalah bionomika.
Bionomika adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari tentang proses-proses biologi yang terdapat dalam tubuh ternak yang diterapkan dalam ilmu ekonomi. Dalam perjalanannya, bionomika sangat diperlukan dimana dalam setiap usaha peternakan mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Hal ini dapat dimungkinkan dalam bionomika karena dipelajari bagaimana menggunakan input seminimal mungkin dalam menajemen proses biologi untuk menghasilkan output yang maksimal.
Dalam tahap awal pembelajaran bionomika, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti ekosistem lingkungan, sumber daya ternak dan integrasi secara terpadu, pertumbuhan ternak hingga sistem endokrin yang berlangsung dalam proses biologi ternak. Semua hal-hal tersebut tidak bisa terlepas satu sama lain tetapi merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan dibutuhkan manajemen dari peternak atau manusia untuk mengelolanya.
B.  Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui kajian mengenai bionomika dan sejauh mana dampak bionomika dalam kehidupan ternak.
C.  Metode pengambilan data
Metode pangambilan data yang digunakan yaitu metode pengumpulan data dari berbagai sumber yang dijadikan referensi dalam pembuatan makalah ini.